HASIL QUICK COUNT PILKADA JAKARTA PUTARAN KEDUA (2)

HASIL QUICK COUNT PILKADA JAKARTA PUTARAN KEDUA (2) - Berita terupdate dan terbaru september 2012 untuk hasil perhitungan suara pilkada dki jakarta putaran kedua yang dilangsungkan 20 september 2012.
HASIL QUICK COUNT PILKADA JAKARTA PUTARAN KEDUA
Menjelang dilaksanakannya Pilkada DKI putaran kedua yang menampilkan dua pasang calon Gubernur DKI, yakni pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahya Purnama (Ahock) dan pasangan Fauzi Bowo (Foke) – Nachrowi Ramli (Nara) melahirkan tanggapan dalam perolehan suara yang akan diperoleh masing masing pasangan calon, oleh kalangan elemen masyarakat, bukan saja masyarakat ibu kota, tapi juga masyarakat Indonesia didaerah daerah.

Perolehan suara pada putaran kedua menuju Jakarta I dipradiksi akan dimenangkan oleh pasangan calon Gubernu Jakowi-Ahock dengan persentase 64,89%, sedangkan pasangan Foke-Nara akan memperoleh 23,75%. Keunggulan pasangan Jokowi-Ahock datangnya dari suara mengambang, yakni dari suara suara yang memilih pada putaran pertama.

Pasangan Jokowi-Ahock, adalah merupakan calon pemimpin yang cukup bersahaya dan sederhana, sehingga mengundang simpatik bagi masyarakat Jakarta yang multi etnis. Kesederhanaan Jokowi dan Ahock ini terlihat dari sikap pasangan ini dalam menanggapi issue issue yang bernuansa sara yang menyerang kubu mereka tetap ditanggapi dengan tenang, sedikitpun tidak terlihat adanya kegusaran pada keduanya.

Sementara pasangan Foke yang incamben-Nora, nampaknya pada putaran kedua ini harus bekerja keras. Perolehan suara Foke hanya 57,o7%, sedangkan Adang Darajatun calon PKS yang dikeroyok oleh 13 Partai memperoleh suara sebesar 42,13%.

Ini membuktikan bahwa Peemilih yang Islami yang digalang oleh PKS waktu itu tidak menyukai Foke sebagai Gubernur DKI waktu itu. Jawabnya gampang PKS yang juga punya calon pada pilkada DI priode 2012-2017 pada putaran pertama sudah keok tak mampu melaju keputaran kedua, perolehan suaranyapunrelatif kecil.

Munculnya pasangan Jokowi-Ahock tentu juga menjadi sebuah pertanyaan apakah Ummat Islam yang berada di DKI yang dulunya mendukung calon PKS, apakah akan mendukung Jokowi-Ahock yang diusung oleh PDIP dn Grindra?. Selamat Bertarung Jokowi-Ahock.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimmly Asshiddiqie berharap, pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Kamis (20/9/2012) berjalan lancar.

"Saya berharap semoga Pilkada DKI Jakarta hari ini berjalan lancar, kalau ada persaingan mulai hari ini diharapkan pendukung masing-masing calon, tim sukses, dan calon gubernur dan wakil gubernur dapat menurunkan emosi," ujar Jimmly di kediamannya, Pondok Labu, Jakarta.

Suasana di Ibukota menjelang Pilkada DKI putaran kedua memanas, yang diwarnai merebaknya isu bernuansa SARA dan masalah lain yang membuat resah warga DKI Jakarta.

Hal itu, kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, ini cerminan dari ketegangan, sebaiknya ketegangan seperti ini cepat diredakan.

"Paling lambat pukul 14.00 hasil penghitungan cepat sudah ada informasi siapa yang menang dan kalah. Ia mengaku terus membaca basmalah sambil beristigfar untuk menyiapkan diri menghadapi proses pilkada hari ini.

Ronde kedua debat kandidat Cagub dan Cawagub DKI Jakarta di Metro TV Minggu malam (16/9) yang dipandu oleh oleh Suryopratomo dan Najwa Shihab diwarnai dengan sindir-menyindir antara Fauzi Bowo (Foke) dan Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi berulang menyebut bahwa Gubernur DKI harus mampu berkomunikasi dengan rakyat secara baik. Adapun, yang berumur 17 tahun antara 11 Juli hingga 20 September 2012 tidak termasuk dalam kategori pemilih karena tetap tak diperkenankan mencoblos pada putaran kedua.

Banyaknya warga yang memilih mengisi liburan Pilkada DKI untuk melakukan aktivitas lain, diduga menjadi salah satu penyebab tingginya angka golput pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Menanggapi hal tersebut, Sumarno, Ketua Pokja Sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara KPU Provinsi DKI Jakarta kembali menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Adapun yang berumur 17 tahun antara 11 Juli dan 20 September 2012 tidak termasuk dalam kategori pemilih karena tetap tak diperkenankan mencoblos pada putaran kedua.

Kepada 90 siswa yang hadir dalam acara tersebut, Sumarno menjelaskan bahwa model kampanye pada pilkada putaran kedua berbeda dari model kampanye pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama.

Berita informasi "HASIL QUICK COUNT PILKADA JAKARTA PUTARAN KEDUA (2)" secara bersambung akan diupdate di blog ini pada artikel selanjutnya.